Perencanaan Produksi

Kegiatan bazar dan pentas seni Smarana SMP Santa Ursula Jakarta yang sudah dilaksanakan:
Tanggal : 3 Februari 2026
Waktu : pukul 09.00 - 14.00
Tempat : SMP Santa Ursula Jakarta

Dari tema besar “Smarana”, kami mengangkat nama Kalanira yang terinspirasi dari cerita rakyat Joko Kendil. Cerita ini awalnya dipilih secara acak oleh pihak penanggung jawab tema kami dan kami mendapatkan cerita Joko Kendil. Dalam cerita kami, konsep nama tercermin dari perjalanan dan sifat positif yang dimiliki oleh Joko Kendil. Dibalik Kalanira merupakan campuran dari dua kata, yaitu “Kala” yang berasal dari bahasa Jawa dan Sansekerta yang menyimbolkan jati diri Joko Kendil yang terungkap seiring berjalannya waktu. “Nira” melambangkan kebaikan, kesabaran, ketulusan hati dan juga nilai sejati yang dimiliki oleh Joko Kendil selama menghadapi masalah di dalam hidupnya. Dalam proyek ini, kami menentukan produk-produk dengan memikirkan produk yang menarik, dan juga bermanfaat bagi segala umur. Kami mendasarkan kebutuhan dan ketertarikan konsumen agar selain menarik bisa juga berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga menyesuaikan harga agar ramah pada dompet konsumen. Maka upaya yang kami lakukan untuk menentukan produk-produk didasari oleh keseimbangan antara kualitas, fungsionalitas tetapi juga memiliki harga yang terjangkau.

Kelompok kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya menentukan produk-produk yang akan dijual secara pasti. Pada bulan October 2025, kami menentukan 14 produk yang akan diproduksi untuk nantinya dijual di bazar kami yang akan berlangsung pada bulan Januari. Dari total produk yang kami jual, kami menjual 3 produk makanan, 2 produk minuman, 8 produk buatan Kalanira yang menarik, dan juga 1 jasa photobooth.

Our Products

Klik box dibawah!
wave

Jedai Pita Rp 25.000.00

Aksesoris rambut dengan kombinasi 2 pita yang terbuat dari kain batik dan kain kotak-kotak hijau Sanur. Desainnya rapi, nyaman dan unik dengan tambahan dekorasi charm emas di tengah pita. Dibuat untuk menunjukan kepada pembeli bahwa bahan tradisional batik juga bisa menjadi suatu aksesoris yang bermanfaat bagi sehari-hari.
beach

Jepitan pita Rp 25.000.00

Jepitan pita panjang rambut yang simpel dan elegan, terbuat dari kain batik nusantara yang di lem ke sebuah jepitan dan dipercantik dengan charms ditengah pita. Jepitan ini juga dapat mengenalkan kekayaan kain negeri sendiri dalam bentuk yang simpel. Produk ini juga memberikan lebih banyak opsi untuk siswi karena tidak semua siswi menggunakan jedai.

Chiken Popcorn Rp 20.000.00

Chicken popcorn mudah diterima dan juga memiliki banyak permintaan pada pembeli, rentang dari anak-anak hingga dewasa. Hal ini menunjukan bahwa camilan ini memiliki target pasar yang luas sehingga akan ada peluang pembeli yang besar.
field

Crochet keychain Rp 12.000.00

Gantungan kunci rajut handmade berkualitas dengan berbagai desain yang lucu. Kami memilih produk ini karena banyak siswi memiliki minat untuk membeli produk-produk lucu seperti gantungan kunci pula yang dapat matching atau couple-an dengan satu sama lain. (untuk sendiri dan couple-an)
field

Crunchy curls Rp 21.000.00

Churros renyah yang renyah diluar dan lembut di dalam, disajikan dengan saus Nutella. Kami memilih makanan riang ini karena hasil survei menunjukkan banyak siswi menyukai makanan manis (dessert) yang lezat namun tetap ramah di kantong.
field

K-Pop photocards Rp 35.000.00 - Rp 70.000.00

Koleksi Photocards Kpop Idols yang banyak diminati siswi siswi SMP Santa Ursula yang dijual dengan harga murah. Photocards seperti ini kami jual karena banyak peminat di SMP Santa Ursula, serta karena banyaknya jumlah orang pada survei kami yang meminta untuk menjual Photocards.
field

Thai tea Rp 12.000.00

Minuman teh khas Thailand yang manis, creamy dan disajikan dingin. Minuman ini unik dan juga banyak orang sering minum. Kami memilih karena banyak diminati berdasarkan hasil survei produk bazar.
field

Brownie blitz Rp 25.000.00

Fudgy Brownie dengan lapisan cream cheese buatan sendiri. Makanan hasil bioteknologi ini pasti akan banyak yang suka karena berupa dessert yang familiar dan juga asing, membantu orang mencoba hal yang baru.
field

Chic pouch Rp 70.000.00

Tas serut praktis yang reversible (bisa dibalik), menampilkan desain unik dari kain perca Sanur, serta gambar kreasi Kalanira. Tas ini sangat berfungsi untuk kehidupan sehari-hari, bahkan bisa menampung kertas sebesar A3!
field

Eco crayons Rp 28.000.00

Barang ini menggunakan teknologi ramah lingkungan, yang terdiri atas beeswax dan pewarna makanan berasal dari bahan-bahan alami. Selain ramah lingkungan, crayon ini dinilai sebagai barang yang aman jika masuk ke mulut/digigit karena beeswax yang food-grade. Kami merasa bahwa produk ini cocok bagi semua usia karena bahannya yang aman dan juga tidak mudah menempel.
field

Eco notes Rp 10.000.00

Produk ini terbuat dari kardus bekas dan kertas bekas yang didaur ulang menjadi sebuah buku tulis kecil, membuatnya menjadi sebuah produk yang ramah lingkungan. Cover bukunya yang terbuat dari kardus yang kokoh. Produk ini juga mendukung gaya hidup berkelanjutan dengan memanfaatkan barang bekas menjadi produk fungsional.
field

Photobooth Rp 12.000.00

Layanan foto yang bisa menjadi salah satu cara untuk para pembeli untuk membuat momen dan menambahkan hiburan di bazaar. Juga dengan adanya permintaan para pembeli lewat survei yang kita telah buat.
field

Fruity refresher Rp 15.000.00

Minuman ini terbuat dengan jus buah, es batu soda, dan dicampur dengan yakult. Perpaduan gradasi cantik, setiap kali minum, akan merasakan kombinasi rasa yang unik seperti dingin, tajam dari soda, manis dari jus, dan creamy asam khas Yakult.
field

Nira stickers Rp 12.000.00

Lembaran stiker yang menampilkan Nira, maskot Kalanira yang sangat lucu dan ekspresif dalam melakukan aktivitas sehari-harinya sehingga bisa dianggap relatable (relevan dengan kehidupan kita)

Procedure Text - Biotechnology Product

Cheddar Cheese Cheddar Cheese is a type of cheese that is relatively hard and made of natural cow’s milk. It usually ranges in color from pale white to deep orange. The cheese is popular for its natural, little bitter, and a little sweet, that went through a unique cheddaring process. Cheddar cheese contains a good source of calcium and protein and it's very nutritious. We chose to make cheddar cheese because we need a cheese to make a cream cheese for our brownies. But we think that this can raise our score by making it by ourselves instead of just making it with store bought cheese without any process of biotechnology. Ingredients 4 liters fresh cow milk 3 tbsp rennet liquid 3 tsp mesophilic bacteria powder 2 tbsp coarse sea salt Tools A large Pan (can hold 5-6 liters) Cheese cloth Kitchen knife Cheese mold/plastic container Heave objects (weights, book, bottle, etc) Glass container Steps Get your ingredients and tools ready. The milk is poured into a pan and heated up until 65°C Turn off the heat and leave it closed with a lid for 30 minutes. After that, take off the lid and stir it on top off a bowl of ice until the milk reaches 32°C Then pour the bacteria, stir it evenly and leave it for 40 minutes. After 40 minutes, the rennet liquid is poured into the milk and mixed well. Leave it for 40 minutes until it is coagulated. When it's coagulated, the curd is cut into small cubes with a knife. Rest the curd for 5 minutes. Heat the pot with a small fire and stir it until the curd reaches 39°C Turn off the heat and leave it closed with a lid for 40 minutes. After 40 minutes, the curd is filtered with a cheese cloth to separate the curd from the whey. For the cheddaring process, cut the curd into two pieces, flip it and leave it for 10 minutes. Repeat this process 4 times. Every time you leave it for 10 minutes, don't forget to close the curd with a lid so the temperature. For the final flip, leave it for 15 minutes. Then, move the curd to a cutting board, cut the curd into small cubes. Put the curd cubes into a pan for the salting process. Add the coarse sea salt (according to your liking) to the curd and mix it evenly with your hands. Use the first step in you a cheese mold, and use the second if you don't have a cheese mold Get your cheese mold, and layer it with a cheese cloth, put the curd inside and cover it with the remaining cheese cloth. Then press it with heavy objects (7kg) for 30 minutes. After that, flip it and press it again with heavy objects (12kg) and leave it overnight. Get a plastic container and make holes on the bottom of it, then layer it with a cheese cloth, put the curd inside and cover it with the remaining cheese cloth. Then press it with heavy objects (7kg) for 30 minutes. After that, flip it and press it again with heavy objects (12kg) and leave it overnight. The cheese is put into a glass container and covered with the kitchen tissue paper but not too tight so it will still have air, and put it inside the fridge. For two weeks, you have to flip the cheese everyday. When mold appears, rub it with coarse sea salt until it disappears or cut the mold with a knife but not too deep. After two weeks, for two more weeks flip the cheese once every 3 days. Then, for a month, flip it once a week and repeat the process if you want the cheese to be dry and hard. After one month, and if it is hard enough, cut a thin layer of the cheese to remove the mold. Cheddar cheese is done, use it according to your taste.

Description 1

Jedai pita

Jedai pita is a product made out of kain batik with a hint of aesthetics and traditionalism. It combines both interest of the young and old with clawclips that are trending currently and the traditional batik that everyone is familiar with. The button charms are added to express a more luxurious feeling. We choose this specific product because we think that traditional clothing can have more variations that are just as good and fashionable. We also want to promote batik so younger generations can enjoy batik as well as we do. Material: Paper Kain batik Thread Flannel Jedai Epoxy glue Button Charm Tools: Pencil Scissors Ruler Sewing machine Glue gun Steps Get your materials and tools ready. On a piece of paper, the desired width and length of the bow are measured. For this product, 26 x 12 cm is measured. A rectangle is drawn using a pencil and ruler, and it is cut out. This piece will be used for the large, main bow. Then, measure 20 x 8 cm, and like the other one before, draw it then cut it out, this is for the smaller bow. Make another rectangular shape of 12 x 10. This is for the inner flannel inside the large bow Cut the batik fabric according to the paper pattern. For the large bow, cut two, for the small bow, cut two. Two strips of batik fabric measuring 6 x 2 cm are cut as well. Following the paper pattern, cut out 2 flannels that should be 12 x 10. The flannel is placed on the wrong side of the batik fabric according to the picture below: Then, fold the flannel in at the top and bottom with the fabric and pin at the edges, like the image below. The fabric is folded in half, with the good sides of the batik touching each other. A line 1–2 cm away from the edge is marked, and the edge is sewn. Flip the fabric and fold along the shape of the flannel and now you have the base of the bow. Repeat this again for the second bow. The back side is the side with the sewing line in the middle. For the smaller bow, repeat the same steps as the larger bow but without the flannel. When folding along the top and bottom, fold about 1 cm thick. Repeat again once. Now, you should have 4 bow bases, 2 large, 2 small. Now, fold like so (there should be three ‘bumps’ in the front side where you fold): Using a thread and needle, wrap the bow tightly around, and fasten off with a knot and cut the thread. Now you should have 4 bows, 2 large, 2 small. Wrap the two bows tightly together, knot and cut the thread. With the two strips of fabric, fold and sew like the image below: The glue gun is applied to the strip, and the strip is glued to the middle of the two bows. Any excess material is cut off if necessary. The end result should relatively be like the image below: Using the epoxy glue, glue the bows to the clawclips, the smaller bows should touch the handles of the clawclips. Glue to both sides of the clawclip. Using glue gun, glue the button charm to the claw clips and your clawclip is done!

Description 1
PPKN

Chic Pouch merupakan produk inovatif hasil kolaborasi Kalanira yang menggabungkan unsur estetika modern dengan tradisional, dan sekaligus menjaga lingkungan. Produk ini hadir sebagai solusi praktis bagi siswi SMP Santa Ursula Jakarta dalam menyimpan barang pribadi sekaligus mempromosikan gaya hidup berkelanjutan melalui penggunaan bahan daur ulang. Melalui proyek ini, kami berupaya mengubah nilai-nilai karakter bangsa ke dalam sebuah karya nyata yang fungsional dan bernilai budaya tinggi. Berkaitan dengan cerita rakyat, kami mengintegrasikan pesan moral dari cerita Joko Kendil yang mengajarkan untuk tidak menilai sesuatu hanya dari penampilan luar atau fisiknya saja. Sama seperti sosok Joko Kendil yang memiliki kebaikan hati di balik rupa yang sederhana, produk kami yang memanfaatkan kain perca (dan rok sanur bekas) dan bahan daur ulang ini menunjukkan bahwa barang yang terlihat biasa dapat memiliki nilai guna dan estetika yang tinggi jika diolah dengan kreativitas. Penggunaan bahan tanah liat (kendil) dalam cerita tersebut juga menginspirasi nilai kesederhanaan dan budaya gotong royong yang kami terapkan dalam proses produksi, mengingatkan kita untuk selalu sabar menghadapi tantangan dan tetap menghargai kearifan lokal. Tidak lupa ditambahkan bahwa bagian luar produk kami, menggunakan batik hasil buatan Kalanira yang digambar dan diwarnai oleh anggota kelompok kami, Carly/4. Dalam batik tersebut tercermin simbol-simbol di cerita Joko Kendil serta kombinasi dengan batik Grobogan dan Demak (tempat asal usul cerita Rakyat Joko Kendil).

Kami membuat Chic Pouch tentu dengan tujuan yang jelas: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya serta kearifan lokal Mendukung dalam menjaga lingkungan dengan memanfaatkan limbah tekstil menjadi barang yang kembali berguna Menerapkan nilai-nilai keluhuran (Pancasila) dan karakter Serviam secara konkret melalui proses pembuatan produk ini.

Chic Pouch sendiri merepresentasikan kepedulian terhadap bumi, yaitu dengan menggunakan bahan reversible (yang bisa dibalik) melambangkan sifat adaptif dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya. Tidak hanya itu, produk ini bermakna sebagai penghubung antara tradisi dengan kehidupan modern siswi masa kini. Chic Pouch, secara keseluruhan mempunyai modal sebesar Rp571.000,00 (9 buah tas), atau Rp63.000 per tas. Kami akhirnya mencapai kesepakatan untuk menjual 1 tas dengan harga Rp70.000,00. Menurut kami harga tersebut tentu tidak murah, tetapi harga ini mencerminkan hasil kerja keras kelompok kami dalam setiap detailnya. Batik digambar manual, kapasitas tas bisa memuat kertas A3, mempunyai sistem serut yang rapat, serta dilengkapi handle tas yang kokoh sehingga nyaman saat dibawa. Sudah berkualitas, sangat cocok untuk kebutuhan sekolah atau hobi para siswi!

Chic Pouch ini pun mengandung banyak sekali nilai budaya mulai dari: Pelestarian motif tradisional: walaupun kami yang menggambar tetapi kami mencantumkan beberapa unsur dari motif batik tradisional. Penggunaan kain dengan motif batik bukan sekedar dekorasi, tetapi termasuk upaya dalam melestarikan warisan budaya nusantara. Filosofi kesederhanaan dan ketulusan: produk ini menunjukkan bahwa kualitas yang sebenarnya itu ada pada proses yang tulus dan makna di baliknya, bukan hanya dari tampilannya saja. Terinspirasi dari kendil yang melambangkan kesederhanaan, tas ini dibuat sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai hidup yang sederhana. Semangat gotong royong dan kreativitas lokal: proses produksi chic pouch melibatkan kerjasama yang kompak serta erat, mencerminkan identitas budaya Indonesia yaitu gotong royong. Dengan menggabungkan fungsi tas modern dan sentuhan khas budaya kami berusaha membangkitkan rasa bangga di kalangan generasi muda untuk terus menggunakan produk berbasis kearifan lokal dalam kehidupan sehari-harinya

Pembagian tugas Carly 91/4: Menggambar desain batik Kalanira secara digital Charlotte 91/11: memotong kain dan membuat kerangka tas bagian dalam Jovi 91/16: memotong kain dan menjahit kain perca Olla 91/21: memotong kain perca Joya 91/25: Mencari vendor print kain, menjahit kerangka tas luar, membuat handle dan serutan tas, menuliskan perencanaan Stevy 91/34: Membantu memotong kain