Kegiatan Integrated Learning yang melibatkan seluruh siswi kelas IX tahun ajaran 2025-2026 diadakan pada 3 dan 5 Februari 2026. Proyek ini melalui proses persiapan yang luas, mulai dari pentas kelas & senam irama hingga aspek pengelolaan bazar seperti pengembangan produk, dekorasi booth, serta identitas mereka kami. Selama pembentukan desain booth, terjadinya dinamika perbedaan pendapat terkait banyak hal tentang desain & produk, tetapi dengan adanya kolaborasi yang efektif dan sikap saling toleransi antar anggota kami berhasil melancarkan proyek ini dengan semangat. Awal proyek ini, kami diberikan tugas utama untuk menentukan produk yang akan dijualkan di bazar. Kami memberikan banyak ide-ide sambil mempertimbangkan aspek-aspek lainnya seperti kemenarikan produk, modal dan harga produk agar dijangkau oleh berbagai kalangan. Kami memperdebatkan produk yang mana yang lebih berprioritas antara keindahan desain dan realita kebutuhan. Beberapa produk memiliki kriteria dari beberapa pelajaran seperti produk bioteknologi, produk ramah lingkungan, produk kesenian, dan lain-lain. Kami mencari sesuatu yang menarik perhatian namun tetap memiliki nilai guna. Dimulai dengan melakukan perhitungan awal secara cermat untuk memastikan biaya produksi stabil. Hal ini penting agar modal yang dikumpulkan dari setiap anggota tetap efisien, adil, dan tidak memberatkan. Setelah produk disepakati, langkah berikutnya adalah urusan finansial, yaitu memperhitungkan modal yang akan disalurkan dari setiap siswi agar pembagian bersifat adil. Kami memperhitungkan juga perkiraan modal harga setiap barang kami untuk memastikan bahwa harga jual produk kami tidak terlalu mahal dan terjangkau. Lalu, kami memulai untuk membeli-beli bahan untuk membuat produk agar kami dapat memulai proses percobaan produk dan menggunakan waktu secara efisien. Sekaligus membeli barang, kami pada saat ini menggantikan salah satu produk bioteknologi kami karena kurang diminati oleh para konsumen. Selain mempersiapkan produk, kami juga membagi tugas secara adil dan rata, sehingga pembagian tugas bisa terjalankan dengan adil dan semua orang sadar akan tanggung jawab mereka masing-masing. Salah satu anggota kami berfokus dalam merancang aspek visual Kalanira, dari logo hingga maskot yang kami buat, tetapi konsep desain dibuat oleh kelompok dan kami saling memberikan masukkan antara satu sama lain untuk menghasilkan kemenarikan visual yang berhasil. Lalu, sebagian lainnya berfokus dalam merancang nama kelompok dan filosofi dibaliknya, mencari beberapa arti kata dan mendiskusikannya kepada anggota kelompok kami. Akhirnya, kami sepakat untuk menggunakan nama ‘Kalanira’ karena memiliki arti yang sangat cocok dengan tema cerita kami, yaitu Joko Kendil. Selain itu, kami juga sepakat untuk membuat seorang maskot bernama Nira, sebuah kendil yang lucu dan memiliki sifat manis seperti namanya. Sambil menunggu proses produksi berjalan, kami mulai fokus pada poster dan katalog yang ingin dibuat. Kami merancang poster katalog dengan informasi penting seperti tanggal pelaksanaan bazar, lokasi booth, dan visual produk kami. Katalog dibuat lebih mendetail sebagai panduan untuk bagi pembeli. Kami sadar bahwa di era digital ini, konten visual sangat efektif untuk membangun pengunjung sebagai video promosi. Video ini bermakna sebagai jaminan kualitas yang menunjukan dedikasi dan ketelitian dalam setiap langkah produksinya. Pada tanggal 15 Desember 2025, kami mengunggah post pertama pada salah satu media promosi kami, yaitu Instagram. Setelah itu, kami mulai mempersiapkan G-forms untuk memulai Pre-order bagi orang-orang yang membeli secara online. Kami juga mulai melakukan sneak-peeks, dimana kami memperlihatkan progress kami selama pembuatan produk-produk yang nantinya akan dijual. Beberapa hari setelahnya, kami pun mengunggah poster katalog kami pada platform Instagram dan mulai membagikan Forms Pre-order agar para konsumen dapat mulai memesan. Pada saat ini, bazar dijadwalkan untuk berjalan pada hari Selasa, 20 Januari 2026 yang pada akhirnya mengalami pengunduran jadwal menjadi 3 Februari 2026 karena beberapa hambatan. Maka untuk menggantikan pengunduran jadwal, kami pun mengadakan Pre-order Batch 2 untuk meningkatkan antusiasme pembeli sekaligus meningkatkan penjualan kami. Kami juga mengunggah berbagai macam reels sebagai promosi produk dan toko kami. Pada hari pelaksanaan bazar (3 Februari 2026) pukul 06.00 pagi, kelompok kami sudah berkumpul, mengecek booth dan mulai mempersiapkan barang yang kami akan jual. Karena kami akan menjual makanan, kami menginginkan agar makanan yang akan dibeli oleh konsumen dalam kondisi baru dan tidak dingin, maka kami membagi tugas. 3 orang akan berada di dapur untuk mempersiapkan makanan dan sisanya menjaga di booth. Sebelum kami berpisah untuk melakukan pekerjaan masing-masing, kami bekerja sama untuk memasang produk sehingga terlihat menarik dari kedua sisi booth kami. letak booth kami berada di samping aula, langsung sebelah kiri dari jalan masuk aula. Letak kami cukup strategis karena kami dapat dilihat oleh para konsumen dari dua sisi toko kami. Kami membaginya menjadi dua, salah satu sisi digunakan bagi orang-orang yang mengambil preorder, sementara yang satunya digunakan untuk display produk dan menjual produk On The Spot. Namun sayangnya, karena keterbatasan tempat di aula, kami tidak diperbolehkan untuk melakukan photobooth di area tersebut, tetapi kami dapat mengatasinya dengan meminjam bagian photobooth milik booth kelompok lain yang berada di bangsal OR. Acara kegiatan bazar kami dimulai pada jam 09.00, dimana para siswi SMP keluar untuk beristirahat dan berjalan ke arah booth kami. Kami merasa sangat bersemangat untuk menerima pre-order mereka dan melakukan proses jual-beli. Para siswi terlihat sangat antusias untuk berbelanja dari berbagai toko lainnya, salah satunya adalah booth kami. Ada banyak juga adik kelas kami yang sangat antusias hingga bersorak bahwa booth kami sangat bagus dan menarik. Setelah istirahat SMP, istirahat ke-2 pun datang pada sekitar jam 11.20, dimana para siswi SMP dan SMA berbondong-bondong datang ke toko kami dan membeli produk dan mengambil pre-order. Para orangtua juga mulai berdatangan dan berbelanja pada toko kami. Akhirnya, kami berhasil menghabiskan sebagian besar produk kami, hanya menyisakan photobooth. Metode pembayaran yang kami sediakan adalah transfer melalui BCA dan juga tunai. Uang yang masuk kedalam transfer BCA akan masuk kedalam rekening Olla. Pada proyek bazar ini, kami diberikan tugas untuk menjual satu jenis produk yang bertemakan budaya. Namun, kami memutuskan untuk menjual 2 jenis produk yang bertemakan budaya.
1. Chic Pouch (Tas Serut). Chic Pouch atau Tas Serut merupakan produk budaya kami yang utama. Awalnya kami berusaha untuk mencari kain batik dari daerah asal Joko Kendil tetapi kami mendapatkan kendala finansial dan lokasi. Akhirnya kami memutuskan untuk mendesain batik sendiri dengan unsur-unsur Joko Kendil dan identitas Kalanira. Para murid dan guru sering menggunakan tote bag, jadi kami menciptakan produk yang berguna dan estetik sebagai tote bag yang memiliki keunikan dan mengandung unsur budaya tradisional. Para siswi maupun bapak/ibu guru dapat menggunakannya untuk membawa barang dalam satu tempat yang memiliki kapasitas cukup besar untuk membantu dalam proses pembelajaran sehari-hari. Selain itu, produk ini berhasil menarik perhatian pembeli karena dari penggunaan tas serut tersebut dapat melestarikan budaya Indonesia dan mengurangi limbah plastik.
2. Jedai Pita. Produk jedai pita kami merupakan produk budaya kami yang kedua. Pita sudah menjadi ide utama kami, tetapi kami mencoba untuk membuat produk tersebut lebih menarik perhatian. Tentunya, kami ingin mengajak para siswi untuk melestarikan budaya Indonesia dengan penggunaan dari produk ini. Dengan menambahkan pita pada jedai, hal tersebut dapat memperbanyak manfaat produk, dengan jedai yang biasanya kurang mencolok menjadi lebih bermakna karena motif batik yang terdapat pada pita. Produk ini adalah wujud nyata dari upaya kami dalam melestarikan tradisi ke dalam gaya hidup modern yang sesuai bagi generasi muda. Selama proses penjualan, kelompok kami berhasil untuk menjual dengan sepenuh hati dan mendapatkan banyak keuntungan. Dengan keuntungan kelompok, kami sepakat membagi keuntungan sama rata sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras semua anggota. Sebagai bentuk tanggung jawab siswi yang baik, kami melakukan pembersihan total di area booth dan sekitarnya. Proyek Integrated Learning ini bukan hanya mengajarkan kami menjalankan bisnis, tetapi juga menguji karakter kami dalam berkomunikasi, bertoleransi, dan berkontribusi bagi pelestarian budaya.

Dari tema besar “Smarana”, kami mengangkat nama Kalanira yang terinspirasi dari cerita rakyat Joko Kendil. Cerita ini awalnya dipilih secara acak oleh pihak penanggung jawab tema kami dan kami mendapatkan cerita Joko Kendil. Dalam cerita kami, konsep nama tercermin dari perjalanan dan sifat positif yang dimiliki oleh Joko Kendil. Dibalik Kalanira merupakan campuran dari dua kata, yaitu “Kala” yang berasal dari bahasa Jawa dan Sansekerta yang menyimbolkan jati diri Joko Kendil yang terungkap seiring berjalannya waktu. “Nira” melambangkan kebaikan, kesabaran, ketulusan hati dan juga nilai sejati yang dimiliki oleh Joko Kendil selama menghadapi masalah di dalam hidupnya. Dalam proyek ini, kami menentukan produk-produk dengan memikirkan produk yang menarik, dan juga bermanfaat bagi segala umur. Kami mendasarkan kebutuhan dan ketertarikan konsumen agar selain menarik bisa juga berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga menyesuaikan harga agar ramah pada dompet konsumen. Maka upaya yang kami lakukan untuk menentukan produk-produk didasari oleh keseimbangan antara kualitas, fungsionalitas tetapi juga memiliki harga yang terjangkau.

Kelompok kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk akhirnya menentukan produk-produk yang akan dijual secara pasti. Pada bulan October 2025, kami menentukan 14 produk yang akan diproduksi untuk nantinya dijual di bazar kami yang akan berlangsung pada bulan Januari. Dari total produk yang kami jual, kami menjual 3 produk makanan, 2 produk minuman, 8 produk buatan Kalanira yang menarik, dan juga 1 jasa photobooth.