Kesimpulan

Integrated Learning merupakan program belajar yang dirancang untuk menerapkan apa yang telah dipelajari kami dengan cara yang lebih praktis dan interaktif. Di tahun ajaran 2025/2026, kelas 9 diberikan tugas untuk menggabungkan sepuluh mata pelajaran berbeda ke dalam satu proyek kolaboratif dengan mengadakan bazar sebagai salah satu syarat kelulusan dan memberikan kami kesempatan untuk melangkah ke pengalaman dunia nyata. Dengan adanya kegiatan ini, kami telah dilatih untuk tidak hanya memiliki keterampilan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha, berkomunikasi dan manajemen baik waktu dan keuangan. Selain itu, kami juga belajar untuk menghadapi tantangan yang sering muncul dalam bermasyarakat. Untuk membuat sebuah toko yang berhasil, kami harus menghasilkan produk-produk yang menarik dan bermanfaat, memiliki booth yang menarik perhatian, dan juga melakukan promosi agar lebih dikenal oleh orang sekitar. Maka dari itu, kami melakukan berbagai perencanaan agar proses dapat menjadi lebih cepat dan efisien. Salah satunya adalah pembuatan nama toko serta filosofi dibaliknya, sehingga maskot kami, Nira dikembangkan. Nama toko yang diangkat oleh Kelompok kami bernama Kalanira. Kalanira mengambil artinya dari kisah Joko Kendil yang memiliki sifat yang manis dan tulus, namun hanya terlihat seiring berjalannya cerita. Kami juga harus melakukan pembagian tugas dan waktu yang efisien. Maka dari itu, kami dapat menyelesaikan tugas-tugas secara tepat waktu. Sebelum pelaksanaan bazar, kami tetap melewati proses pembelajaran lainnya, ulangan maupun kegiatan sekolah, tetapi kami terus didorong untuk berproses diantaranya. Setelah melaksanakan bazar, kami lanjut mengerjakan laporan untuk menghitung hasil kewirausahaan kami dari berbagai aspek. Seperti dalam aspek ekonomi, laba/rugi, penghasilan, dan ada observasi selama pelaksanaan bazar. Setelah menghitung laba/rugi, kami pun mendonasikan sebagian dari penghasilan kami untuk diberikan kepada panti asuhan yang nantinya dikunjungi oleh beberapa perwakilan kelompok kami. Dengan adanya proyek ini, kami telah dilatih untuk bekerja dibawah tekanan waktu, memikirkan berbagai aspek mulai dari estetika produk, promosi yang efektif untuk menarik konsumen, serta menghitung harga-harga produk untuk menghindari kerugian.

Saran


Bagi siswi SMP Santa Ursula Jakarta Diharapkan dapat mengelola dan mengatur keuangan dengan bijak dan menerapkan hidup hemat dalam kehidupan sehari-hari. Dan tidak menyalahgunakan produk atau jasa yang sudah diberikan oleh pelaksana. Perlu ditingkatkan juga literasi membaca dan rentang perhatian yang sudah disediakan oleh pelaksana sehingga tidak membuat miskomunikasi.
Bagi pihak Sekolah Santa Ursula Jakarta Sebaiknya sekolah memberi gambaran yang lebih jelas mengenai penjelasan/perintah tugas serta jadwal kegiatan agar menghindari kebingungan maupun kesalahpahaman. Diharapkan juga dapat melakukan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan, terutama fasilitas yang memadai dari kegiatan bazar ini. Maka dari itu, penyusunan jadwal kegiatan yang lebih terstruktur dapat membantu kelancaran serta pelaksanaan yang lebih maksimal.
Bagi Pihak Lain Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tinggi untuk mengikuti semua peraturan yang tertera di lingkungan Sekolah Santa Ursula Jakarta, khususnya dalam hal antrian dan proses pembayaran. Dengan demikian, proses jual beli dapat berjalan lebih lancar dan efisien, serta para pelaksana dapat melayani setiap pembeli tanpa terjadinya kesalahpahaman atau keterlambatan yang tidak penting.
Bagi Pelaksana Lebih baik jika para pelaksana meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar anggota kelompok. Setiap kelompok harus memastikan pembagian tugas yang jelas dan adil agar semua tahu dan sadar akan perannya masing-masing serta tidak kewalahan saat pelaksanaan bazar. Perlu ditingkatkan juga sifat komunikatif dan keaktifan pelaksana dalam berinteraksi dengan pembeli agar tidak mengguncang kesalahpahaman bahkan sampai kebatalan pembelian produk. Selain itu, manajemen waktu yang efektif tetapi tetap efisien sangat diperlukan agar persiapan bazar tidak mengganggu kegiatan akademik maupun kesehatan mental.