Latar Belakang

IL atau Integrated Learning merupakan salah satu program yang telah dilaksanakan oleh sekolah Santa Ursula Jakarta sebagai tugas yang diberikan kepada para siswi. Melalui program ini, peserta didik tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kegiatan yang lebih kontekstual dan bermakna. Dalam pelaksanaan Integrated Learning, proyek-proyek dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu proyek kecil, sedang dan besar. Proyek ini dibedakan berdasarkan pengaruhnya terhadap penilaian. IL Kecil berfungsi untuk menjadi pengganti penilaian harian. IL Sedang untuk proyek seperti STS dan IL besar merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang menuntut keterlibatan aktif, kreativitas serta kerja sama yang lebih intensif dari peserta didik dengan berbagai proyek IL Besar setiap tahunnya. Melalui proyek IL Besar pada kelas 9 SMP Santa Ursula Jakarta, siswa ditantang untuk merancang, mengembangkan serta merealisasikan produk-produk yang nantinya akan dijual dalam booth yang juga berasal dari kreativitas siswa. Penjualan produk hasil karya siswa serta booth yang beragam dan menarik merupakan hasil dari berbagai percobaan dan proses yang dihadapi para siswa. Dengan adanya kegiatan ini, siswa dilatih untuk tidak hanya memiliki keterampilan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha, berkomunikasi dan manajemen. Selain itu, siswa juga belajar untuk menghadapi tantangan yang sering muncul dalam bermasyarakat tetapi kurang diajarkan oleh sekolah. Seperti menarik minat konsumen, dan juga bekerja dibawah tekanan waktu. Bagi kelompok 4, proyek IL Besar ini bukanlah hanya sebuah proyek biasa, tetapi merupakan salah satu proyek yang akan menentukan nilai dari rapor kami untuk kelas 9. IL Besar juga nantinya akan menjadi topik ujian praktek, dimana kami akan mempresentasikan seluruh kegiatan kami selama berproses di kelas 9 dalam IL Besar kami. Maka proyek IL Besar ini merupakan salah satu tantangan terbesar kami karena akan mempengaruhi hasil nilai dari Ujian Nasional kami. Nama toko yang diangkat oleh Kelompok 4 bernama Kalanira. Kalanira adalah nama yang didapatkan setelah menggabungkan dua kata, yaitu “Kala” dan “Nira”. Kata “Kala” dalam bahasa Sanskerta dan Jawa memiliki arti waktu serta energi yang tidak terlihat, melainkan “Nira” merujuk pada cairan manis yang berasal dari pohon. Pemilihan nama ini didasarkan pada konsep utama toko yang terinspirasi dari cerita Joko Kendil. Dalam cerita tersebut, konsep Kalanira tercermin melalui perjalanan tokoh utama yang memiliki nilai tersembunyi. “Kala” melambangkan jati diri Joko Kendil yang tidak langsung terlihat, tetapi terungkap seiring berjalannya waktu. Sementara itu, “Nira” memiliki arti kemanisan melambangkan kebaikan, ketulusan hati dan juga nilai sejati yang dimilikinya. Dengan demikian, Kalanira diartikan sebagai “sari dari waktu” atau “kemanisan yang tersembunyi dalam siklus kehidupan”. Maskot kami, Nira juga mencerminkan konsep tersebut, dengan sifatnya yang manis dan ramah sesuai dengan makna namanya. Berdasarkan hal tersebut, laporan kami disusun untuk menjelaskan secara rinci proses pelaksanaan proyek IL bazar kami, mulai dari segala bentuk perencanaan, uji coba produk, hingga keberhasilan booth kami “Kalanira” untuk menarik perhatian dan minat konsumen sehingga produk kami dapat habis terjual.

Scroller Image 1 Scroller Image 2 Scroller Image 3 Scroller Image 1 Copy Scroller Image 2 Copy Scroller Image 3 Copy